Wow, Ini 15 Perusahaan Pertambangan Terbesar di Indonesia

Perusahaan pertambangan Indonesia merupakan salah satu sektor yang sangat penting karena mendukung berbagai elemen kehidupan masyarakat Indonesia. Hal ini karena perusahaan memproduksi sumber daya alam dan kandungan mineral seperti bahan bakar, mineral mineral dan pengelolaan batuan. Kegiatan perusahaan pertambangan meliputi penelitian, penelitian, pengelolaan, eksplorasi, penelitian, pemurnian, pengangkutan, dan penjualan. Semua kegiatan pengelolaan sumber daya alam dilakukan oleh industri pertambangan.

Selain itu, kegiatan pascatambang berupa pemantauan dan pelestarian lingkungan dilakukan secara berkelanjutan. Tentunya proses penambangan dilakukan secara ketat dan ketat sesuai dengan ilmu-ilmu pertambangan yang telah ditetapkan.

Sesuai dengan peraturan negara dalam UU No 4 Tahun 2009, ada beberapa kelompok dalam industri pertambangan. Yaitu, pertambangan metalurgi metalurgi, pertambangan logam radioaktif, pertambangan logam bukan logam, dan pertambangan batuan. Pertambangan dan penambangan batuan sendiri terbagi menjadi lima hasil tambang yaitu: mineral radioaktif, mineral logam, mineral bukan logam, batuan dan batubara.

Padahal, ada ratusan perusahaan pertambangan di Indonesia yang berkontribusi dalam pembangunan negara. perusahaan pertambangan indonesia Berikut rangkuman perusahaan tambang batubara, nikel dan emas Indonesia yang dirangkum oleh dMagazine.me untuk Anda ketahui.

Ini 15 Perusahaan Pertambangan Terbesar di Indonesia

1 – BT Pertamina (Persero)

Pertama, ada PT Pertamina, yang pasti produk bagus dengan orang Indonesia. Dimulai dengan produk bahan bakar minyak, minyak pelumas, gas, dll. Perusahaan industri minyak dan gas terbesar di Indonesia didirikan pada tanggal 10 Desember 1957 dan berkantor pusat di Jl. Alun-alun Merdeka Timur, Jakarta. Pertamina menjadi turnaround bagi Pengadilan Negeri Pertambangan Migas yang mendominasi pembangunan SPBU di Indonesia hingga tahun 2000.

Jakarta Mining Corporation mengoperasikan tujuh kilang minyak dengan total kapasitas 1.051,7 MBSD, pabrik petrokimia dengan total kapasitas produksi tahunan 1.507.950 ton dan pabrik LPG dengan total kapasitas produksi tahunan 102,3 juta ton. Ada juga produk olahan seperti bahan bakar minyak, bahan bakar non-minyak, gas, pelumas dan petrokimia dari perusahaan pertambangan Indonesia.

Bukti lain bahwa Pertamina merupakan raksasa pengolahan migas adalah dengan tersebarnya cabang-cabang di berbagai subsektor industri. Selain itu, ada sekitar 18 anak perusahaan Pertamina. Yakni, PT Pertamina EP Cepu, PT Pertamina Drilling Services Indonesia, PT Nusantara Regas, PT Pertamina EP, PT Pertamina Geothermal Energy, PT Pertagas, PT Pertamina Hulu Negeri, PT Pertamina Patra Niaga, PT Pertamina Trans Continental. , PETRAL, PT Pertamina Retail, PT Tugu Pertamina Indonesia, PT Pertamina Dana Ventura, PT Pertamina Bina Medika, PT Patra Jasa, dll.

2. PT Kaltim Prima Coal Company: Perusahaan Pertambangan Batubara

PT Kaltim Prima Coal merupakan salah satu perusahaan pertambangan batubara tertua dan terbesar di Indonesia. Berkantor pusat di Sangattautala, Kabupaten Ktai Timur, perusahaan ini jelas merupakan perusahaan pertambangan yang terdaftar di Kalimantan dan didirikan pada tahun 1982. Luas area penambangan batubara PT Cartim Prima adalah 84.938 hektar. Namun, pada tahun 2003, kepemilikan perusahaan berubah menjadi PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang memiliki 100% kepemilikan.

Perusahaan pertambangan batubara memiliki 4.500 karyawan dan lebih dari 20.000 karyawan di departemen kontraktor. Selain itu, tambang tersebut juga memiliki pembangkit listrik sendiri yaitu unit PLTU dengan kapasitas 3 x 15 MW dan 2 x 5 MW. Ada juga PLTU 18 MW yang diberikan kepada PLN sebagai penerangan dan kebutuhan listrik bagi warga Sangatta.

PTKaltim Prima Coal, salah satu penambang batubara terbesar di Indonesia, terus meningkatkan produksi tahu dari tahun ke tahun. Perseroan memproduksi 58 juta ton batu bara pada 2018, 62 ton pada 2019, dan diharapkan juga meningkat pada tahun ini.

3. PT Freeport Indonesia

Anda tentu tidak asing dengan perusahaan tambang emas Indonesia PT Freeport Indonesia. Perusahaan mengoperasikan Tambang Grasberg, tambang emas terbesar di dunia dan tambang tembaga terbesar ketiga di dunia. Tentu hal ini melatarbelakangi nama perusahaan yang diluncurkan secara internasional pada 7 April 1967.

Pemerintah Indonesia mengakuisisi 51% saham Freeport dengan uang tebusan Rp 56,1 triliun. Sebelumnya, pemerintah memiliki beberapa kontrak dengan Freeport. Dekade pertama tahun 1967, dekade pertama Indonesia dengan pangsa 9,36%, disusul dekade kedua tahun 1991.

Perusahaan Pertambangan yang beroperasi di Papua memberikan dukungan untuk pembangunan Papua dalam bentuk investasi sebesar $110,9 juta pada tahun 2012. Selain itu, terdapat $68,14 juta dalam program pengembangan sosial dan total $39,26 juta dalam program pengembangan masyarakat. Tambahan $600 juta telah ditambahkan untuk mengalokasikan dana investasi dalam bentuk infrastruktur sosial seperti asrama, rumah sakit dan sekolah.

Dapat bekerja di PT Freeport Indonesia adalah impian banyak mahasiswa teknik dan mereka jarang menunggu pekerjaan di perusahaan pertambangan asing di Indonesia ini.

4. Sumber Daya PTAGincourt

Perusahaan pertambangan di Indonesia berikutnya yang harus Anda ketahui adalah PTagincourtResource. Perusahaan beroperasi di sektor pertambangan mineral, berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan mineral masyarakat dan melaksanakan berbagai program tanggung jawab sosial dan produktivitas perusahaan yang andal.

PT Agincourt Resource memiliki tambang emas bernama Martabe, seluas 130.300 hektar di pantai barat Sumatera Utara. Berkantor pusat di Pondock Inda, Jakarta, perusahaan ini mengelola produk alam berupa emas batangan dan logam perak.

Perusahaan tambang tersebut mengelola sumber daya alam dengan total 7,8 juta ons emas dan 64 juta ons perak. Tambang emas Malta memiliki kapasitas operasi lebih dari 5,5 juta ton per tahun dan mampu menghasilkan 350.000 ons emas dan 2-3 ons perak per tahun.

Profil dan website perusahaan tambang tersebut juga menyebutkan memiliki lebih dari 3.000 karyawan dan kontraktor. Sebanyak 99% warga negara Indonesia dan lebih dari 70% dipekerjakan oleh penduduk lokal.

5.PTVale Indonesia Tbk

Perusahaan tambang berikutnya di Indonesia adalah PT Vale Indonesia Tbk yang bergerak di bidang industri pertambangan nikel. Diatur oleh kontrak bisnis yang diubah pada 17 Oktober 2014 dan berlaku sampai dengan 28 Desember 2025. Dikelola oleh investor asing, Vale memiliki wilayah operasi 118.017 hektar yang mencakup Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.

Produk nikel Vale didatangkan ke Jepang sesuai kesepakatan kedua negara. PT Vale Indonesia juga sering melakukan reklamasi dan rehabilitasi bekas tambang sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan sosial. Hal ini untuk memastikan kondisi lingkungan di sekitar lokasi penambangan agar masyarakat tidak merasa cemas atau terancam.

6. Adaro Indonesia

Adaro Indonesia merupakan salah satu perusahaan batubara terbesar di Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1966 dan mendapatkan konsesi dari pemerintah Indonesia di wilayah Kalimantan Selatan. Adaro Indonesia memiliki tiga tambang di area konsesi: Tutupan, Paringin dan Wara, menurut informasi di situs penambang.

Selama tahun 2019, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) memproduksi 58,03 juta ton batu bara. Sedangkan pendapatan perseroan pada 2019 sebesar $3,46 miliar. Jumlah ini turun 4,42% dari pendapatan 2018 yang tercatat sebesar $3,62 miliar.

Berbasis di Jakarta, perusahaan pertambangan ini terdaftar sebagai perusahaan publik. PT Adaro Strategic Investments memiliki 43% saham, sisanya dimiliki oleh masyarakat umum dan Garibaldi Thohair, saudara Eric Thohair.

7. Bello Coal Company

Nama perusahaan pertambangan di Kalimantan adalah PTBerau Coal yang juga merupakan salah satu perusahaan batu bara terbesar di Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1983 dan berkantor pusat di Pilau, Kalimantan Timur. Sebelumnya bernama PTRisco, berubah menjadi Berau Coal pada tahun 2010.

Berau Coal bergerak di bidang pertambangan dan perdagangan batu bara. Selain itu, PT Berau Coal mengakuisisi 118.400 hektar hak penebangan di Kabupaten Berau di Samarinda, Kalimantan Timur. Kepemilikan perusahaan ini terutama dikelola oleh Vallar Investment UK Limited dan sisanya dimiliki oleh Sinarmas Group melalui Asia Resource Minerals Plc. Berau Coal mencatat produksi 26 juta metrik ton pada 2016.

8. Kideko Jaya Agung

Kideco Jaya Agung juga merupakan perusahaan batubara terbesar di Indonesia. Mayoritas saham Kideco Jaya Agung dikelola oleh PT Indika Energy Tbk pada tahun 2017. PTIndikaEnergyTbk. Dia memiliki 91% saham Kideco Jaya Agung dan sisanya dimiliki oleh Samtan Co., Ltd. Perusahaan sudah memiliki hak penambangan batu bara seluas 47.500 hektar di Kabupaten Passer, Kalimantan Timur. Kideco Jaya Agung telah beroperasi sejak tahun 1982 dan diharapkan dapat memproduksi 30 juta ton batu bara pada tahun 2021.

9. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)

ITMG merupakan salah satu perusahaan batubara terkemuka di Indonesia dengan modal pasar sebesar Rp 11 triliun per Maret 2020. 65% saham ITMG dimiliki oleh Banpu Mineral Private Ltd, sebuah perusahaan yang berbasis di Singapura.

Sisanya untuk masyarakat umum. ITMG sering membagikan dividen per saham yang besar, sehingga diketahui tidak ada yang salah dengan dividen.

10. PTBA Bukit Assam Tepek (PTBA)

PT Bukit Asam Tbk, sebelumnya bernama PNTBA, berubah nama setelah menjadi perseroan terbatas. Pada 2002, perusahaan tambang batu bara itu tercatat di bursa. PTBA memiliki beberapa anak perusahaan, antara lain PT Bukit Pembangkit Innovative, PT Bukit Asam Prima, PT Bukit Energi Investama dan masih banyak lagi.

Enalum merupakan pemegang saham mayoritas di perseroan, 65,93% dan sisanya 30,37% kepada masyarakat umum. Kapitalisasi pasar PTBA juga cukup besar, mencapai Rp 28 triliun pada Maret 2020. Batubara melambat di 2019, namun perseroan berhasil meraup untung Rp 4 triliun.

11. PT Aneka Tambang Tbk

Perusahaan pertambangan Indonesia tentu sudah dikenal banyak orang, terutama yang ingin berinvestasi emas. PT Aneka Tambang Tbk adalah anak perusahaan dari perusahaan pertambangan milik negara Inalum dan didirikan pada tanggal 5 Juli 1968. Kegiatan perusahaan meliputi eksplorasi, penambangan, pengolahan dan pemasaran sumber daya mineral.

Pendapatan perusahaan berasal dari eksplorasi dan penemuan deposit, pemrosesan ekonomis mineral ini, dan penjualan produk manufaktur kepada konsumen setia jangka panjang di Eropa dan Asia. Kegiatan ini terus berlanjut sejak didirikan pada tahun 1968.

Produk utama Antam adalah bijih nikel kadar rendah atau limonit, bijih nikel kadar tinggi atau saprolit, feronikel, emas, perak dan bauksit. Jasa utama PT Antam meliputi pengolahan logam mulia, pemurnian dan jasa geologi.

12. BT Oman Mineral Nusateen Gala (AMNT)

PT Amman Mineral Nusa Tenggara adalah perusahaan yang mengoperasikan Tambang Batu Hijau. Perseroan juga memiliki beberapa prospek menjanjikan lainnya di kawasan pertambangan tembaga dan emas Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggala. Tambang Batu Hijao merupakan tambang tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia dan merupakan aset kelas dunia.

PT Amman Mineral Nusa Tenggara memproduksi sekitar 3,6 juta ton tembaga dan 8 juta ons emas untuk penambangan dan volume pasca-penyimpanan jangka panjang. Ini juga memiliki fasilitas pertambangan besar, pembangkit listrik tenaga batu bara 112 MW, pelabuhan dengan terminal feri, layanan penerbangan, pabrik pengolahan dengan kapasitas pemrosesan harian 120.000 ton, dan lokasi kota yang dikelola dengan baik.

13.PT. Arutmin Indonesia

Daftar perusahaan pertambangan Indonesia lainnya yang menang di tahun 2019 adalah PT. Arutmin Indonesia. Perusahaan ini bergerak di bidang produksi batubara untuk pembangkit listrik dan fasilitas industri. Produk yang ditawarkan adalah batubara subbituminus, batubara bituminus, dan produk batubara.

Arutmin Indonesia mengoperasikan tambang Senakin, Satui, Muria, Asam, Asam dan Batulicin di lokasi penambangan di Kalimantan Selatan. Didirikan pada tahun 1981, perusahaan ini berkantor pusat di Jakarta, Indonesia dan beroperasi sebagai anak perusahaan dari PT. Pemasok Bumi Tbk.

Arutmin Indonesia merupakan salah satu produsen dan eksportir batubara terbesar di Indonesia. Perusahaan menandatangani kontrak penambangan batubara dengan pemerintah Indonesia pada tahun 1981, yang dikenal sebagai Kontrak Pertambangan Batubara (PKP2B).

14.PTJ Resources Asia Pacific Tbk

Perusahaan pertambangan berikutnya di Indonesia adalah PT J Resources Asia Pacific Tbk yang berkedudukan di Indonesia dan bergerak di bidang industri pertambangan emas. Perusahaan ini berinvestasi dan mengoperasikan penambangan emas dan logam mulia lainnya di Australia.

Beberapa tambang aktif berproduksi, sementara yang lain dalam tahap pengembangan dan eksplorasi. PT J Resources Asia Pasifik Tbk menambang emas di Banjoom, Malaysia dan Lannat, Sulawesi Utara, Indonesia. Selain itu, proyek eksplorasi kami berlokasi di Bragidung, Borangitan dan Tembaga di Sulawesi Utara, Indonesia.

PT J Resources Asia Pacific Tbk bergerak dalam bidang jasa katering serta perdagangan umum, transportasi dan perumahan. Anak perusahaannya, PTJ Resources Nusantara, bergerak di bidang perdagangan dan jasa.

15.PT Tema

Perusahaan ini didirikan sebagai BUMN pada tanggal 2 Agustus 1976 dan bergerak di bidang pertambangan timah. Tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 1995, PT Tima merupakan produsen dan eksportir timah. Perusahaan juga memiliki segmen usaha pertambangan timah yang terintegrasi, mulai dari kegiatan eksplorasi, penambangan dan pengolahan hingga pemasaran.

PT Timah memiliki portofolio industri pertambangan, industri, perdagangan, transportasi dan jasa. Sebagai perusahaan induk, kegiatan utama perusahaan adalah melakukan usaha pertambangan timah dan memberikan jasa pemasaran kepada kelompok usahanya. Pada 2019, PT Tima memperoleh Rp 19,30 triliun tahun lalu. Naik 75,13% dari Rp 11,02 triliun di 2018. Perusahaan tambang Indonesia itu juga menggantikan Yunnantin sebagai produsen timah olahan terbesar dunia.